Senin, 23 Januari 2017

IT Audit Tools

IT Audit Tools

Definisi Audit Teknologi Informasi (IT AUDIT)

Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputeryang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya. - Wikipedia
Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.
Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

2. IT Audit Tools (Software)
Tool-tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool-tool tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi dalam menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.
Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi
a. ACL
ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.

b. Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
Berikut ini beberapa kegunaannya :
· Menganalisis data keungan, data karyawan
· Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse
· Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
· Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
· Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.

c. Powertech Compliance Assessment

Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.

d. Nipper

Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelolajaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

e. Nessus

Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan

f. Metasploit

Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan.

g. NMAP

NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)


h. Wireshark

Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.

COBIT



COBIT Pengertian COBIT COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology). 

          Merupakan sekumpulan dokumentasi dan panduan yang mengarahkan pada IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen, dan pengguna (user) untuk menjembatani pemisah antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol, dan permasalahan-permasalahan teknis. COBIT dikembangkan oleh IT governance Institute (ITGI) yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA) Menurut Campbell COBIT merupakan suatu cara untuk menerapkan IT governance. COBIT berupa kerangka kerja yang harus digunakan oleh suatu organisasi bersamaan dengan sumber daya lainnya untuk membentuk suatu standar yang umum berupa panduan pada lingkungan yang lebih spesifik. Secara terstruktur, COBIT terdiri dari seperangkat contol objectives untuk bidang teknologi indormasi, dirancang untuk memungkinkan tahapan bagi audit. 
         Menurut IT Governance Institute Control Objectives for Information and related Technology (COBIT, saat ini edisi ke-4) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen and pengguna ( user ) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan-permasalahan teknis. COBIT dan sejarah perkembangannya COBIT muncul pertama kali pada tahun 1996 yaitu COBIT versi 1 yang menekankan pada bidang audit, COBIT versi 2 pada tahun 1998 yang menekankan pada tahap kontrol, COBIT versi 3 pada tahun 2000 yang berorientasi kepada manajemen, dan COBIT versi 4 yang lebih mengarah kepada IT governance. COBIT terdiri dari 4 domain, yaitu: • Planning & Organization • Acquisition & Implementation • Delivery & Support • Monitoring & Evalution Kerangka kerja COBIT Menurut Campbell dalam hirarki COBIT terdapat 4 domain COBIT yang terbagi menjadi 34 proses dan 318 control objectives, serta 1547 control practitices. Dalam setiap domain dan proses di dalamnya tersedia pula panduan manajemen, panduan audit, dan ringkasan bagi pihak eksekutif 
Adapun kerangka kerja COBIT secara keseluruhan terdiri atas arahan sebagai berikut: 
• Control Obejctives: terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi yang tercermin dalam 4 domain.
• Audit guidelines: berisi 318 tujuan pengendalian bersifat rinci 
• Management guidelinesL berisi arahan, baik secara umum dan spesifik mengenai hal-hal yang menyangkut kebutuhan manajemen. 
       Secara garis besar dapat memberikan jawaban mengenai: o Apa saja indikator untuk mencapai hasil kinerja yang baik? 
o Faktor apa saja yang harus diperhatikan untuk mencapai sukses? 
o Apa resiko yang mungkin muncul bila tidak mencapai sasaran? 
Disamping itu, dalam kerangka kerja COBIT juga memasukkan bagian-bagian seperti :
 • Maturity models: untuk menilai tahap maturity IT dalam skala 0-5 
• Critical Success Factors (CSFs): arahan implementasi bagi manajemen dalam melakukan pengendalian atas proses IT. 
• Key Goal Indicatirs (KGIs): berisi mengenai arahan kinerja proses-proses IT sehubungan dengan kebutuhan bisnis. 
• Key Performance Indicators (KPIs): kinerja proses-proses IT sehubungan dengan sasaran/tujuan proses (process goals).

Senin, 16 Januari 2017


Imam Habibie                                                                      14113306
Diyan Dwi Putra                                                                 12113619
Yokka Faiz                                                                           19113490
Aidil Akbar                                                                          10113484
Ivan Aprianti                                                                       14113573
Imam Saputra                                                                     14113316




Komputer Forensik


Pada bab ini, akan dikupas perihal asal muala keilmuan forensik secara umum dan juga perkembangan dari komputer forensik sebagai dasar dari material.
Modus forensik berkembang dari masa ke masa seiring bertambahnya pengetahuan akan bukti.
Fokus pada komputer forensik pada bab 1 akn mengetengahkan perangkat,  juga daftar komponen yang diidentifikasi sebagai bukti yang akan membantu investigasi forensik.
1.1 Apa Itu Forensik?
Berangkat dari kata “forensik” yang memiliki arti menyajikan ke pengadilan, istilah forensik memaksudkan suatu proses ilmiah (didasari oleh ilmu pengetahuan) dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menghadirkan berbagai bukti dalam sidang pengadilan dikarenakan suatu kasus hukum.
Kekuatan dari forensik memungkinkan proses analisis dan mendapatkan kembali “fakta” dari kejadian lingkungan.
Hanya saja, metodologi dalam forensik pasti berubah, mengingat peralatan yang digunakan berbeda, dan terus dimutakhirkan. Bukti atau evidence pun hadir dengan “wajah” baru; ilmu pengetahuan yang mendasarinya pun berubah.
Kategori bagaimana seseorang didapati meninggal, misalanya:
1. Faktor alami (usia tua).
2. Tenggelam.
3. Akibat benturan.
4. Mati dicekik.
1.2 Komputer Forensik
Komputer forensik memaksudkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber daya komputer yang dikatakan layak untuk diajukan dalam sidang pengadilan. Ini  mencakup sumber daya:
1. Sistem komputer
2. Jaringan komputer
3. Media komunikasi (mencakup secara fisik menggunakan media kabel dan wireless/nirkabel)
4. Berbagai media penyimpanan
Berbagai perilaku digital dan digitalisasi yang sudah merambah dalam setiap aktivitas manusia menjadi perilaku yang harus dialamati dengan baik dengan adanya perkembangan tadi.
Komputer forensik atau digital forensik banyak ditempatkan dalam berbagai keperluan, bukan hanya kasus-kasus kriminal yang melibatkan hukum.
1.3 Bidang-bidang keilmuan forensik
1. Bidang keilmuan fisiologi
          - Forensik patologi
          - Forensik dentistry
          - Forensik antropologi
          - Forensik entomologi
2. Bidang ilmu sosial
          - Psikologi forensik
          - Forensik kejiwaan
3. Lain-lain keilmuan
          - Fingerprint analysis
          - Forensik akuntansi
          - Ilmu balistik
          - Analisis pola noda darah
4. Analisis DNA
          - Forensik toksikologi
          - Forensik pada alas kaki
          - Pertanyaan bagi dokumen uji
          - Analisis ledakan
5. Forensik yang melibatkan teknologi cyber
          - Forensik teknologi informasi
          - Komputer forensik


Forensik merupakan ilmu baru dan akan terus meluas dan berkembang, dan didasari oleh bidang keilmuan lain yang sudah mapan.
Bahkan komputer forensik pun dapat dispesifikasi lagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:
1. Forensik disk
2. Forensik sistem
3. Forensik jaringan komputer
4. Forensik internet
Log adalah catatan yang dibuat secara otomatis oleh sistem operasi atau program aplikasi yang berisi aktivitas sistem dan aplikasi.
1.4 Prinsip, kebijakan, dan prosedur komputer forensik
Komputer forensik mencakup banyak hal yang harus dipertimbangkan, ilmu baru yang dibangun karena kebutuhan dan didasari pada kompleksitas.
Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam menerapkan komputer forensik secara umu, antara lain: prinsip, policy/kebijakan, dan prosedur.
Ketiga hal utama tadi dilaksanakan dengan berbagai peralatan yang tidak hanya selalu menggunakan komputer.
1. Peralatan dokumentasi (documentation tool)
2. Perkakas/Toolkit
3. Pengepakan
4. Perlengkapan lain yang digunakan

1.5 Autopsi Digital Forensik
Komputer forensik berada dilevel lebih mendasar daripada sekedar spesialis informasi. Seni dalam menyampaikan hasil forensik pun tidaklah mudah. Komputer dan teknologi informasi memiliki sifat yang sangat “lentur” (kelenturan logika).
Bukti-bukti harus ditangani sedemikian rupa dengan mempertimbangkan antara lain :
1. Dokumentasi
2. Cara menangani bukti
3. Log komputer
Secara umum, hal-hal yang dapat digunakan sebagai bukti yang layak dipertimbangkan berkenaan perangkat komputer dalam ruang lingkup komputer forensik antara lain :
-         Audio recorder
-         Caller ID
-         CD-ROM
-         Chip komputer
-         Databank
-         Drive duplicator
-         Flash memory card
-         Floppy
-         Hard disk eksternal
-         Kabel
-         Kamera digital
-         Mesin Fax
-         Mesin fotokopi
-         Mesin penjawab
-         Pager
-         Perangkat GPS
-         Scanner
-         Smart card
-         Telpon
-         Telpon seluler
-         VCR
-         Wireless access point

1.6 Panduan Identifikasi Bukti Komputer Forensik
Berikut diberikan daftar yang akan membantu petugas investigasi dalam mengidentifikasi berbagai bukti dan attribut yang dibagi dalam konteks kejahatan yang terjadi :
1. Penipuan lelang
2. Eksploitasi dan pelecehan anak-anak
3. Kejahatan komputer
4. Investigasi penyebab kematian
5. Kekerasan rumah tangga
6. Penipuan keuangan
7.Pemerasan
8. Perjudian
9. Pencurian identitas
10. Narkotika
11. Prostitusi
12. Pembajakan perangkat lunak
13. Penipuan yang melibatkan media telekomunikasi

Beberapa informasi lain yang ditambahkan kemudian untuk membantu dalam uji forensik antara lain :
1. Ringkasan kasus
2. Internet protocol (ip) address
3. Daftar kata-kata kunci
4. Nick Name
5. Password
6. Informasi kontak
7. Dokumen pendukung lainnya
8. Jenis kejahatan.

BAB 2
PERANGKAT KOMPUTER FORENSIK

Yang terpenting dalam proses forensik adalah legitimasi dari lembaga atau organisasi yang melakukan investigasi forensik, terlepas dari perangkat lunak yang digunakan.
2.1 Komponen Komputer dan Informasi
Forensik komputer diimplementasikan pada komputer dan berbagai sumber daya inforamasi secara global (teknologi komunkiasi dan informasi). Komponen yang dimaksud antara lain:
1.     Hardware
2.     Software
3.     Database
4.     Data/informasi
5.     Brainware
Hardware atau perangkat keras mencakup:
1.     Perangkat masukan
2.     Perangkat keluaran
3.     Media penyimpanan
4.     Komponen pengolahan
Beberapa yang dikategorikan kedalam alat input adalah:
1.     Keyboard
2.     Mouse
3.     Trackball
4.     Trackpoint
5.     Trackpad
6.     Touchscreen
7.     Joystick
8.     Source data automation
9.     Scanner
10. Webcam
11. Kartu
12. Biometric peripheral
Beberapa yang dikategorikan ke dalam alat output antara lain:
1.     Monitor
2.     Printer
3.     Plotter
4.     Speaker
5.     Video output
6.     Microfilm
Ada banyak istilah yang mengacu pada media pemyimpanan sekunder,antara lain:
1.     Mass storage
2.     Simpanan luar
3.     Auxiliary storage
4.     Permanen storage
5.     Backing storage
6.     Computer data bank
Secondary storage umumnya digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu:
1.     Sequential access storage devicee (SASD)
2.     Direct access storage device (DASD)
Variasi dari teknologi penyimpanan seputar disk storage sebagai berikut:
1.     CD (CD-ROM) drive-read-onl memory
2.     CD-R drive (R memaksudkan “readable”)
3.     CD-RW drive (RW memaksudkan “rewriteable”)
4.     DVD (DVD-ROM) drive
5.     Combo drive (kombinasi CD-RW dan DVD drive dalam satu drive) DVD-R, DVD-RW, DVD+RW
Kemampuan menyimpannya pun berbeda.
1.     CD-ROM media(650-700 MB) dengan  kapasitas 60 menit dan kemampuan penyimpanan 533 MB, dan kapasitas 79 menit dan  kemampuan menyimpanna 681 MB
2.     DVD-5 (singe sided 4.7 GB)
3.     DVD-9 (single sided, dual layer 8.5 GB)
4.     DVD-10 (double sided,single layer 9.4 GB)
5.     DVD-18 (double sided, dual layer 17 GB)
CPU dapat kita golongkan ke dalam beberapa bagian, yakni:
1.     Control unit, merupakan pengatur lalu lintas data didalam CPU
2.     Arithmetic logic unit, merupakan pemroses perhitungan (*,:,+,-,^)dan perbandingan(<,>,=,<=,>=).
3.     Register, merupakan pencatat/penyimpanan data yang akan diproses.
Beberapa faktor yang sangat memengaruhi kinerja CPU antara lain:
1.     Register
2.     Memori
3.     Komputer bus
Jenis-jenis sistem bus:
1.     ISA(industrial standard architecture)
2.     PCI(peripheral component interconnect)
3.     AGP(acelerate graphic port)
4.     USB(universal serial bus)
5.     Cache memory
Faktor lain yang memengaruhi kinerja motherboard:
1.     Expansion slot (slot untuk komponen/card tambahan)
2.     Port (hubungan antara motherboard dengan alat input-output, misalnya keyboard, mouse, dan lain-lain)
3.     CPU fan (berfungsi sebagai pendingin)
4.     Casing (kotak CPU)
Software
Software atau perangkat lunak digunakan sebagai mediator dan pemberi instruksi terhadap sumber daya.
Perangkat lunak umumnya digolongkan ke dalam dua bagian, yakni:
1.     Perangkat lunak sistem
2.     Perangkat lunak aplikasi
Brainware
Umumnya, brainware dalam konteks ini dapat digolongkan ke dalam tiga bagian (pembagian ini tidak baku, hanya didasarkan pada sudut pandang yang berbeda), yaitu:
1.     Profesional IT
2.     Insident Handler
3.     Investifagator
Database
Database termasuk ke dalam software aplikasi. Database umumnya dikelompokkkan ke dalam dua bagian , digolongkan berdasarkan ketahanannya dalam mengorganisasi data.
Database adalah sumber penting dalam mengalokasikan data dan menganalisis data.

Data dan informasi
Data mengacu pada kepingan informasi digital dengan ragam file format.
Anda dapat menemukan data pada berbagai macam perangkat misalnya saja:
1.     Data yang ada pada perangkat jaringan komputer
2.     Data aktif, memaksudkan data yang ada dalam sistem komputer yang sedang berjalan, misalnya a=saja dalam memori komputer(RAM)
3.     Berbagai komputer portabel dengan media penyimpanan di dalamnya.
2.2 Bukti digital
Bukti yang dimaksud dalam kasus forensik pada umumnya tidak lain adalah informasi dan data.
Yang umumnya dikategorikan ke dalam tiga bagian, antara lain:
1.     Arsip (archieval files)
2.     File aktif (active files)
3.     Residual data (disebut pula sebagai data sisa, data sampingan, atau data temporer)

Sistem komputer
Sistem komputer merupakan berbagai kombinasi dan integrasi komponen-komponen komputer untuk menjadikannya sebagai sistem yang bekerja.
User-created files
User-created files menjadi salah satu bukti yang sangat penting, di mana seiring dengan aktivitasnyya dalam menggunakan komputer, akan ada data yang ditambahkan dan diciptakan, misalnya user mengorganisasi aktivitasnya dalam e-calender, file-file grafik yang disimpan, atu user menulis rencan dalam aplikasi oleh kata, dsb.
Berikut beberapa yang dikategorikan dalam user-created files:
1.     Daftar alamat elektronik (address book)
2.     Audio/video files
3.     E-calendars
4.     Database files
5.     Dokumen dan file teks
6.     File-file e-mail
7.     File gambar digital (file image)
8.     Internet bookmarks/favorites
9.     Lembar kerja elektronik (file spreadsheet)
10. User-protected files
Berikut berbagai hal yang dapat menghambat penggalian dan menemukan bukti pada file:
1.     File terkompresi.
2.     Salah menamakan file secara disengaja atau tidak.
3.      Salah dalam memberikan file format, secara disengaja atau tidak.
4.      File yang diproteksi dengan password
5.      Hidden files
6.      File Terenkripsi
7.      Stenography



2.3 Peralatan Komputer Forensik
Software Forensik
Berikut disajikan untuk anda berbagai software yang digunakan, mencangkup website yang memungkinkan informasi yang menyeluruh akan software tersebut :
1.Intrusion Detection dan prenvention software
2.Network Protocol Analayzers Softpedia

Beragam Computer And Network Tools
Beragam utility komputer dan jaringan komputer diantaranya :
1. Forensic and Incident Response Environment
2. Foundstone
3. Freshmaet
4. Open Source Digital Forensic Analysis Tools
5. Penguin Sleuth Kit
6. Talisker Security Wizardry Portal

Berbagai Tool Komputer Lainya
Selain software diatas, masih ada beberapa tool komputer lainya, diantaranya :
1.Checksuum tools
2. Computer Forensic Tools, Digital Evidence Software, Utileties
3.Funduc Software
Berbagai Network Tools
Banyak sekali software spesifikasi forensik yang memiliki fitur sangat baik, anda dapat menggunakan software komersial semisal jaguar forensics tools kit.
2.4 Fakta di Balik Forensik
1.     Central Processing Unit (cpu)
2.     Memmory
3.     Acces control devices
Mencakup didalamnya :
-         Smart card
Memiliki kemampuan seperti menyimpan nilai mata uang,kunci enkripsi dan authentication dengan penggunaan password, digital certificate, dan informasi lainnya
-         Biometric scaner
Berfungsi untuk mengenali karakteristik fisik dan user, seperti sidik jari, suara,bahkan retina
      Bukti potensial :
-         Identifikasi informasi user
-         Tingkat akses
-         Konfigurasi
-         Perizinan
-         Perangkat itu sendiri


4.    Mesin penjawab
          Bukti potensial :
-         Caller identification information
-         Pesan pesan terhapus
-         Last number called
-         Memo
-         Nama dan nomor telepon
-         Pita kaset (tipe)
5.     Kamera digital
6.     Handheld devices (mencakup di dalamnya PDA (Persoanl Digital Assistans)  dan electronic organizers
7.     Hard drive
8.     Memmory card
9.     Modem
-         Internal
-         Eksternal
ü Analog
ü Dsl
ü ISDN
ü Wireless modem
ü PC card

10. Lokal Area Network (LAN) card dan Network Interface Card (NIC)
11. Routers, hubs, dan switches
12. Servers
13. Network cables and connectors
14. Pagers
15. Printer
16. Removable storage devices and media
-         Floppy disk
-         CD
-         DVD
-         Cartridge
-         Tape
17. Scanner
18. Telepon
-         Kabel telepon
-         Transmisi radio
-         Cellular systems
-         Kombinasi lainnya
19. Lain-lain perangkat elektronik
20. Copiers
21. Credit card skimmers
-         Tanggal kadaluwarsa (masa berlaku)
-         Alat pemilik
-         Nomor kartu kredit
-         Nama pemilik
22. Digital watches
-         Address book
-         Notes
-         Appointment calendears
-         Phone numbers
-         E-mail
23. Mesin faksimile (Facsimile Machines)
24. Global Postitioning Systems (GPS)

2.5  Fakta Digital Terselubung
Fakta berkata dan fakta berbicara. Tetapi kapan fakta muncul ke permukaan bergantung pada keahlian investigator dalam olah forensik dan menyajikannya sedemikian rupa