Selasa, 29 November 2016

Analisa Kerja Sistem Provinsi

ANALISIS KINERJA SISTEM
PROVINSI LAMPUNG

4 KA 11
Nama Kelompok :
Imam Habibie
Diyan Dwi Putra
Ivan Aprianto
Imam Saputra
Aidil Akbar
Harun Arrosid



FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
Provinsi Lampung

Kabupaten Tanggamus
Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lampung Selatan, yang ditetapkan berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 1997 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Tulang Bawang dan Kabupaten Daerah Tingkat II Tanggamus. Pada tahun 2008 Kabupaten Tanggamus di mekarkan menjadi Kabupaten Pringsewu yang ditetapkan melalui Undang‐Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu, yang terdiri atas Kecamatan Pringsewu, Gading Rejo, Pardasuka, Pagelaran, Banyumas, Sukoharjo, Adiluwih, dan Ambarawa. Kabupaten Tanggamus secara geografis terletak pada posisi 104° 18’ - 105° 12’ Bujur Timur dan 05° 05’ - 05° 56’ Lintang Selatan. Kabupaten Tanggamus terdiri dari 20 Kecamatan. Dari 20 Kecamatan tersebut terdapat 275 pekon, dan 3 kelurahan. Luas wilayah Kabupaten Tanggamus mencapai ± 285.546 Ha luas daratan dan 179.950 Ha luas lautan.
Secara Administrasi Kabupaten Tanggamus berbatasan dengan :
Ø  Sebelah Utara dengan Kabupaten Lampung Barat, Lampung Tengah
Ø  Sebelah Timur dengan Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Pesawaran
Ø  Sebelah Selatan dengan Samudera Indonesia
Ø  Sebelah Barat dengan Kabupaten Lampung Barat

Dilihat dari kondisi fisiknya lebih dari 50% wilayah Kabupaten Tanggamus berkarakter wilayah berbukit dan bergunung dengan kemiringan lebih dari 40%, sedangkan wilayah datarnya hanya sekitar 19% dari keseluruhan wilayah. Sebagian besar dari wilayah Kabupaten Tanggamus dipengaruhi oleh udara tropikal pantai dan dataran dengan temperatur udara rata-rata 28° Celcius dan sebagian wilayah dengan udara sejuk pegunungan yang terletak sekitar 500 m dpl sampai dengan 2000 meter dpl di kaki Gunung Tanggamus. Curah hujan cukup tinggi mendekati 3000 mm per tahun terutama pada wilayah yang bentuk fisiografi wilayahnya berbukit dan bergunung.

Wilayah Kabupaten Tanggamus cukup berlimpah dengan sumber daya air, baik air permukaan maupun air tanah. Kondisi hidrologis secara makro didrainasekan menuju Samudera Indonesia oleh beberapa sungai besar seperti Way Sekampung dengan daerah aliran sungai (DAS) yang sangat luas yaitu 479,252 ha dan Way Semangka dengan daerah aliran sungai seluas 98.500 ha. Khususnya di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan kondisi vegetasi terdiri atas vegetasi hutan hujan pegunungan tinggi, vegetasi hutan hujan pegunugan rendah, vegetasi dataran rendah dan vegetasi hutan pantai.







Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tanggamus


Kebijakan dan Strategi penataan Ruang Wilayah Kabupaten Tanggamus
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tanggamus tahun 2011-2013 tujuan penataan ruang wilayah kabupaten Tanggamus adalah “Terwujudnya Kabupaten Tanggamus yang maju , Lestari, dan Mandiri yang berbasis Potensi Sumber Daya Alam melalui pengembangan Pertanian, Perikanan Pertambangan dan Pariwisata”.
Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kabupaten Tangamus disusun kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten tanggamus dapat dilihat pada tabel 2.9 berikut ini :

Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Tanggamus
Kebijakan
Strategi
a.       Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana wilayah dalam mendukung sektor-sektor unggulan
1.      Mengembangkan sistem transportasi terpadu
2.      Mengembangkan sistem jaringan prasarana energi pada pusat-pusat pertumbuhan wilayah
3.      Mengembangkan sistem jaringan prasarana sumber daya air untuk menunjang kawasan pertanian, pariwisata dan mengurangi resiko bencana
4.      Mengembangkan sistem jaringan prasarana telekomunikasi berbasis terestrial dan seluler yang menjangkau seluruh wilayah
5.      Mengembangkan sistem jaringan prasarana lingkungan yang mendukung kelestarian lingkungan hidup
b.      Peningkatan dan pengembangan kawasan Agropolitan berdasarkan potensi hortikultura
1.      Meningktkan produk pertanian hortikultura yang memiliki daya saing dipasar
2.      Meningkatkan pengolahan produk holtikultura disertai dengan pengemasan untuk peningkatan perluasan pasar
3.      Menyediakan infrastruktur penunjang
4.      Mengembangkan pasar lokal dan regional sebagai salah satu kesatuaan sistem agropolitan
5.      Meningkatkan kerjasama dengan lembaga keuangan untuk pembiayaan
c.       Peningkatan dan pengembangan kawasan minapolitan berdasarkan potensi perikanan tangkap dan budidaya
1.      Meningkatkan jumlah produk dan kualitas perikanan tangkap dan budidaya
2.      Meningkatkan pengolhan produk perikanan sampai dengan beberapa turunanya
3.      Meningkatkan jaringan pemasaran tingkat lokal, regional dan nasional
4.      Meningkatkan penyediaan infrastruktur pengembangan perikanan
5.      Meningkatkan kerjasama dengan lembaga keuangan untuk pembiayaan pengembangan pengolahan hasil perikanan
d.      Pemanfaatan potensi pertambangan dengan tetap menjaga kelestarian dan kstabilan kawasan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
1.      Mengidentifikasi potensi pertambangan
2.      Mengelola hasil pertambangan menjadi bahan jadi/setengah jadi dengan memberdayakan masyarakat
3.      Melakukan pengawasan dan pengontrolan eksploitasi pertambangan sesuai dengan kemampuan lahan
4.      Membatasi penambangan liar
5.      Mengembalikan rona alam pada area bekas tambang untuk kegiatan produktif
6.      Menjadikan kawasan pertambangan sebagai kawasan pariwisata dan pendidikan berbasis lingkunga
e.       Pengembangan ekowisata bertumpu pada wisata bahari
1.      Mengembangkan objek wisata unggulan sebagai satu kesatuan sistem tujuan wisata
2.      Memelihara lingkungan pada kawasan wisata sebagai aset utama wisata alam dan budaya
3.      Melakukan perluasan kegiatan wisata diikuti lingkage antar objek dan atraksi wisata
4.      Mengembangkan paket wisatasesuai jalur dan potensi unggulan pariwisata
5.      Menggembangkan industri wisata disertai promosi yang efisien
f.        Pengurangan disparitas dan kesenjangan antar wilayah
1.      Menjamin ketersediaan fasilitas umum, sosial dan ekonomi di seluruh kecamatan
2.      Menjamin kelancaran aksesibilitas antar kawasan serta pulau-pulau kecil
3.      Terlayaninya seluruh kawasan dengan sumber daya energi
4.      Membentuk simpul-simpul pertumbuhan baru, yang terlayani oleh akses yang baik dan fasilitas yang memadai
5.      Mengoptimalkan pengembangan kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan dan pelayanan kawasan yang berada di sekitarnya
g.      Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara
1.      Mendukung penetapan kawasan strategi nasional dengan fungsi khusus pertahanan dan keamanan
2.      Mengembangkan kegiatan budidaya secara selektif di dalam dan di sekitar kawasan strategi nasional untuk menjaga fungsi keamanan nasional
3.      Mengembangkan kawasan lindungdan atau kawasn budidaya tidak terbangun disekitar kawasan strategi nasional yang mempunyai khusus pertahanan dan keamanan dengan kawasan budidaya terbangun
4.      Turut serta menjagga dan memelihara aset-aset pemerintah/TNI

Rencana Struktur Ruang Kabupaten Tanggamus
Arah Pengembangan Struktur Ruang Wilayah
Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tanggamus 2011-2031, secara garis besar rencana sistem pusat kegiatan wilayah Kabupaten Tanggamus dirumuskan berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu:
1.         Tujuan dasar penataan ruang adalah agar tercipta sistem ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. Bila dijabarkan lebih lanjut pengertian produktif dan bekerlanjutan dalam konteks struktur ruang dimaknai sebagai suatu sistem dan hubungan fungsional antar pusat perkotaan yang efektif, efisien, mendorong peningkatan potensi masing-masing pusat (kawasan) secara berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan alam.
2.         Kondisi objektif hirarki pusat-pusat permukiman eksisting, kebijakan penataan ruang nasional dan provinsi.
3.         Salah satu peranan rencana penataan ruang adalah untuk menciptakan keseimbangan pembangunan antar wilayah (kecamatan) dan sekaligus mengantisipasi pertumbuhan pembangunan yang terkonsentrasi pada pusat kota (ibukota kabupaten) atau pada kawasan tertentu saja.  Hal ini juga berkenaan dengan penciptaan sistem pusat-pusat kota yang berjenjang sehingga terbangun suatu sistem perkotaan yang efektif dan efisien.  Oleh karena itu, terdapat pusat-pusat permukiman yang perlu didorong pertumbuhannya dan ada pula yang hanya cukup dikendalikan sesuai potensinya, bahkan mungkin dibatasi.
4.         Untuk mendukung kebijakan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanggamus sebagai kabupaten konservasi, maka bagian barat dan Selatan kawasan pesisir terutama perkembangannnya dikendalikan sedemikian rupa sehingga mampu mendukung  fungsi dan kelestarian TNBSS, hutan lindung dan cagar alam laut.
5.         Pembangunan jaringan jalan juga dibatasi sedemikian rupa tanpa mengurangi aksesibilitas antar pusat-pusat permukiman demi menjaga kualitas dan kelestarian TNBBS, hutan lindung dan cagar alam laut.
6.         Untuk mendukung kegiatan pariwisata, mitigasi bencana, mobilisasi hasil produksi laut, pertanian, perkebunan dan kehutanan serta komoditas unggulan lainnya perlu dilakukan percepatan pembangunan prasarana transportasi udara dan laut.
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka rencana sistem perkotaan di wilayah Kabupaten Tanggamus adalah sebagaimana yang terlihat pada tabel di bawah ini.

No
Lokasi
Hirarki Fungsi
Fungsi
1
Kota Agung
PKW
·         Pemerintahan
·         Perdagangan & Jasa
·         Perikanan dan Minapolitan
·         Industri
2
Wonosobo
PKL
·         Pertanian
·         Perdagangan dan Jasa
·         Kehutanan
·         Minapolitan
3
Talang Padang
PKLp
·         Perdagangan dan Jasa
·         Pertanian
·         Pendukung Kegiatan Pertanian
4
Gisting
PKLp
·         Permukiman
·         Perdagangan Jasa
·         Agropolitan/Kawasan Pendukung Pertanian
5
Sri Kuncoro (Semaka)
PPK
·         Permukiman
·         Perdagangan & Jasa
·         Kawasan Lindung
6
Putih Doh
PPK
·         Permukiman
·         Perdagangan & Jasa
·         Pertanian
7
Ulu Belu
PPL
·         Permukiman
·         Perdagangan & Jasa
·         Pertanian
8
Suberejo
PPL
·         Permukiman
·         Perdagangan & Jasa
·         Pertanian
9
Pulau Panggung
PPL
·         Permukiman
·         Perdagangan & Jasa
·         Pertanian
10
Bulok
PPL
·         Permukiman
·         Perdagangan & Jasa
·         Pertanian
11
Limau
PPL
·         Permukiman
·         Perdagangan & Jasa
·         Perikanan
12
Kelumbayan
PPL
·         Permukiman
·         Perdagangan & Jasa
·         Perikanan
13
Kelumbayan Barat
PPL
·         Permukiman
·         Perdagangan & Jasa
·         Pertanian

Kelembagaan Pemerintah Kabupaten Tanggamus


Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus
Organisasi dan Kelembagaan Kabupaten Tanggamus berada dibawah Sekretariat Daerah cq Asisten III Bidang Administrasi cq Bagian Organisasi. Dasar hukum tentang pembentukan organisasi dan tata kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus adalah Perda No.05 tahun 2008.Sekretariat Daerah merupakan unsur staf Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.  Sekretariat Daerah Kabupaten mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas dan lembaga teknis daerah.  Sekretariat Daerah juga menyelenggarakan fungsi sebagai penyusun kebijakan, pengkoordinasian pelaksanaan tugas dinas dan lembaga teknis, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan, pembina administrasi dan aparatur pemerintahan kabupaten dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Susunan organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus terdiri dari :
a.          Sekretaris Daerah
b.         Asisten I Bidang Pemerintahan
c.          Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan
d.         Asisten III Bidang Administrasi
e.          Kelompok Jabatan Fungsional

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanggamus
Dinas PU adalah unsur pelaksana tugas Bupati yang dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.  Dinas PU mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintah Kabupaten di bidang PU  berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.  Dinas PU juga mempunyai fungsi sebagai perumusan kebijakan teknis, penyelenggaraan  urusan pemerintahan dan pelayanan umum, pembinaan dan pelayanan tugas, dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati di bidang PU.
Untuk menunjang tugas tersebut susunan organisasi Dinas Pekerjaan Umum terdiri dari :
a.         Kepala Dinas
b.         Sekretariat
c.         Bidang Bina Program dan Tata Ruang
d.         Bidang Bina Marga
e.         Bidang Cipta Karya
f.          Bidang Pengairan
g.         Umit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus
Perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Tanggamus dilaksanakan oleh satuan kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tanggamus berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 05 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten dan Staff Ahli Bupati Tanggamus. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah unsur perecana penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretariat Daerah.  melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud menyelenggarakan fungsi :
a.         Perumusan kebijakan teknis perencanaan
b.         Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan
c.         Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati di bidang perencanaan pembangunan daerah.
Adapun susunan organisasi Badan Perencanaan Pembanguan Daerah Kabupaten Tanggamus terdiri dari :
a.         Kepala Badan
b.         Sekretariat
c.         Bidang Data dan Pelaporan
d.         Bidang Ekonomi Sosial Budaya
e.         Bidang Penelitian dan Pengembangan
f.          Bidang Fisik dan Prasarana
g.         Kelompok Jabatan Fungsional






Struktur organisasi pemerintah daerah Kabupaten Tanggamus




Narasi :
            Kabupaten Tanggamus adalah salah satu kabupaten di Propinsi Lampung, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Agung Pusat. Kabupaten Tanggamus diresmikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997, tanggal 21 Maret 1997. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.731,61 km² dan berpenduduk sebanyak 536.613 jiwa dengan kepadatan penduduk 178 jiwa/km².
Nama Kabupaten Tanggamus diambil dari nama Gunung Tanggamus yang berdiri tegak tepat di jantung Kabupaten Tanggamus.
Sejarah perkembangan wilayah Tanggamus, menurut catatan yang ada pada tahun 1889 pada saat Belanda mulai masuk di Wilayah Kota Agung, yang ada pada saat itu pemerintahannya dipimpin oleh seorang Kontroller yang memerintah di Kota Agung. Pada waktu itu pemerintahan telah dilaksanakan oleh Pemerintah Adat yang terdiri dari 5 (lima) Marga yaitu:
1.     Marga Gunung Alip (Talang Padang),
2.     Marga Benawang;
3.     Marga Belunguh;
4.     Marga Pematang Sawa;
5.     Marga Ngarip.
Masing-masing marga tersebut dipimpin oleh seorang Pasirah yang membawahi beberapa Kampung.
Perkembangan selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 114/ 1979 tanggal 30 Juni 1979 dalam rangka mengatasi rentang kendati dan sekaligus merupakan persiapan pembentukan Pembantu Bupati Lampung Selatan untuk Wilayah Kota Agung yang berkedudukan di Kota Agung serta terdiri dari 10 Kecamatan dan 7 Perwakilan Kecamatan dengan 300 Pekon dan 3 Kelurahan serta 4 Pekon Persiapan. Pada akhirnya Kabupaten Tanggamus terbentuk dan menjadi salah satu dari 10 Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Lampung. Kabupaten Tanggamus dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 2 Tahun 1997 yang diundangkan pada tanggal 3 Januari 1997 dan diresmikan menjadi Kabupaten pada tanggal 21 Maret 1997.
Batas-batas Wilayah administratif Kabupaten Tanggamus adalah sebagai berikut :
·         Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Lampung Tengah.
·         Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia.
·         Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat.
·         Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Tanggamus mempunyai luas Wilayah 2.855,46 Km² untuk luas daratan ditambah dengan daerah laut seluas 1,799,50 Km² dengan luas keseluruhan 4, 654,98 Km², dengan topografi wilayah bervariasi antara dataran rendah dan dataran tinggi, yang sebagian merupakan daerah berbukit sampai bergunung, yakni sekitar 40% dari seluruh wilayah dengan ketinggian dari permukaan laut antara 0 sampai dengan 2.115 meter.  Potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Tanggamus sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Selain itu masih terdapat beberapa sumber daya alam lain yang potensial untuk dikembangkan antara lain; pertambangan emas, bahan galian seperti granit dan batu pualam atau marmer. Disamping itu juga terdapat sumber air panas dan panas bumi yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi pembangkit energi listrik alternatif.









 Kesimpulan :
Kinerja aspek keuangan dikategorikan kurang karena rendahnya angka rasio pada 8 (delapan) indikator kinerja keuangan yaitu rasio laba terhadap aktiva produktif,rasio laba terhadap penjualan, rasio aktiva lancar terhadap utang lancar, rasio total aktiva terhadap total utang, rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi, rasio laba operasi sebelum biaya penyusulan terhadap angsuran pokok danbunga jatuh tempo, jangka waktu penagihan, dan efektivitas penagihan. Kinerja aspek operasional juga dikatakan kurang karena rendahnya cakupan pelayanan, kontinuitas air yang belum terpenuhi, tingginya tingkat kehilangan air, peneraan meter air yang belum berjalan, lamanya kecepatan penyambungan baru, serta jumlah pegawai yang melebihi batas yang ditentukan. Kinerja aspek administrasi juga dikatakan kurang karena rencana jangka panjang, rencana organisasi dan uraian tugas, prosedur operasi standar (SOP), gambaran nyata laksana, dan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) yang belum sepenuhnya dipedomani, tidak adanya pedoman penilaian kinerja karyawan, opini auditor independen yang tidak menyatakan pendapat dan hasil temuan dari instansi pemeriksa hanya sebagian ditindaklanjuti.







Kabupaten Lampung Selatan


No
Unit Analisis
Bobot Nilai
Kategori
Bobot Nilai
Nilai Indikator
Nilai Total
1
Informasi Menu Utama dalam Web Site
25%
Potensi Daerah
40%
70
70
Komoditas Utama
30%
70
Kualitas SDM
30%
70
2
Informasi Tambahan dalam Fasilitas Web Site
20%
Tahap 1
20%
70
75
Tahap 2
30%
70
Tahap 3
50%
80
3
Penyediaan Hubungan
15%
G2C
40%
90
78
G2B
30%
70
G2G
30%
70
4
Aksesibilitas
10%
>10 Detik
70%
80
80
5
Design
10%
Animasi
30%
60
87
Grafis
30%
80
Teks Lengkap
40%
90
6
Jumlah Tingkatan Informasi
20%
1 Tingkat
25%
90
82.5
2 Tingkat
25%
80
3 Tingkat
25%
90
4 Tingkat
25%
70

Total




79,4

Rectangle: Rounded Corners: Catatan !!!
Nilai Total=Nilai Indikator*Bobot Nilai Kategori+ ..
Total=Nilai Total Tiap Unit*Bobot Nilai Tiap Unit+ ..

 




Narasi :
Berdasarkan analisa terhadap website http://lampungselatankab.go.id/ pada unit analisis Informasi Menu Utama dalam Website, Kabupaten Lampung selatan menampilkan informasi tentang potensi daerah seperti pariwisata, komoditas utama yang berupa hasil kekayaan alam seperti bahan tambang, perikanan namun masih dalam proses input data sedangkan untuk kualitas SDM hanya sedikit informasi di dalamnya.
Pada unit analisis Informasi Tambahan dalam Fasilitas Website, pada tahap 1  adanya menu yang membahas tentang pendidikan yang ada di Kabupaten Lampung selatan namun tidak adanya informasi mengenai pendidikan. Untuk tahap 2, tidak adanya informasi tentang komoditi dan perniagaan, serta untuk tahap 3 sedikit informasi yang ditampilkan tentang agenda kegiatan pemerintahan baik didalam maupun diluar daerah.
Pada unit analisis Penyediaan Hubungan, pada G2C, pemerintah menyediakan kotak saran yang mana didalamnya pengunjung dapat menuliskan saran, kritikan dan keluhan kepada pemerintah daerah. Untuk G2B dan G2G, hanya terdapat menu perencanaan dan pembangunan daerah tetapi tidak tersedianya informasi atau masih dalam proses input data.




Berikut adalah hasil tes aksesibilitas website http://lampungselatankab.go.id/ yang dicoba pada https://tools.pingdom.com/
1.                                                                                 2.
             
3.



Dari hasil rata-rataan load time website Kabupaten Lampung selatan yaitu :

Aksesbilitas proses load time website http://lampungselatankab.go.id/  adalah sekitar 11,15s. Hasil tersebut merupakan rata rata dari tiga kali percobaan dengan masing masing hasil tes 12,41, 11,02, dan 10,02.
Pada unit analisis Design, untuk kategori animasi, menampilkan slider berita berjalan yang terdapat pada tab menu berita serta foto. Untuk grafis, perpaduan warna dengan latar background berwarna gelap dan warna field yang putih terkesan kaku. Untuk teks, website Kabupaten Lampung selatan mudah dipahami dan dimengerti bagi para pengunjung (user friendly).
Pada unit analisis Jumlah Tingkatan Informasi, untuk tingkat 1 hasilnya adalah cukup baik  dan dapat dengan mudah diakses lewat media komputer maupun smartphone, disamping itu, website terlihat simple dan mudah digunakan. Untuk tingkat 2, tersedianya kotak saran sehingga pengunjung bisa memberikan saran, kritik dan keluhan yang sedang terjadi melalui kotak saran, tetapi tidak adanya informasi tentang keterhubungan dengan lembaga lain. Pada tingkat 3, tersedianya link dengan lembaga daerah yang ada di Provinsi Lampung  dan dapat diakses melalui alamat web yang sudah tertera di dalam website http://lampungselatankab.go.id/. Pada tingkat 4, tersedianya hubungan G2C, tapi tidak dengan G2B dan G2G.


Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa website http://lampungselatankab.go.id/  informasi yang ditampilkan kurang lengkap masih banyak informasi yang belum di perbarui pada website. Pada hasil analisa, website  http://lampungselatankab.go.id/   mendapat poin 79,4 dari semua unit analisis yang telah dianalisa. Website ini menampilkan informasi mulai dari profile Bangka Belitung berupa sejarah, visi dan misi, demografi, lambang daerah, ekonomi, sosial budaya sampai pada berita dan program unggulan, dengan tampilan yang simple dan mudah dipahami oleh para pengunjung website karena bahasanya yang jelas dan dimengerti di tiap fieldnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar